Cara Mengurus Akta Kematian yang Hilang di Dukcapil

Inilah Makam Ulama Indonesia Berumur 161 Tahun di Afrika Selatan

 

PORT ELIZABETH, GNL - Indonesia memiliki ulama yang tersebar di berbagai Negara, salah satunya di Afrika Selatan. Kota Port Elizabeth Afrika Selatan memiliki makam ulama Indonesia  berumur 161 tahun. 


Hal ini terungkap di situs resmi Kementrian Luar Negeri yang dipublikasikan 14 Desember 2021 lalu. Pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town mengungkapkan, Kota Port Elizabeth Afrika Selatan memiliki makam berumur  satu abad lebih tepatnya 161 tahun, yang merupakan makam ulama asli Indonesia.


Makam ini  membuktikan jika  ulama nusantara memiliki  peran penting dalam membentuk pondasi dan penyebaran awal agama Islam di Afrika Selatan.


KJRI Cape Town  berkunjung langsung ke area pemakaman ulama nusantara tersebut, di Kota Port Elizabeth  yang  jaraknya 748 km dari Cape Town (Ibukota Afrika Selatan).  


Salah satu santri asal Pekalongan Askolani, yang sedang berada di Port Elizabeth, menerjemahkan salah satu batu nisan yang bertuliskan : Abu Raffie bin Maulana Ngobaa Jawi asal Banten pulang ke Rahmatullah umurnya 78 tahun 6 bulan daripada dua likur malam Rabu waktu Isya bulan rabiul akhir hijriyah tahun 1277 Hijriyah.


Artinya makam tersebut sudah ada sejak 1861 Masehi atau tahun 1277 Hijriyah. Jika dihitung mundur dari tahun 2022 saat ini usia makam tersebut sudah mencapai sekitar 161 tahun, atau satu abad lebih. 


Ketua Komunitas Cape Malay, Yusuf Agherdien menuturkan, di area pemakaman Port Elizabeth ada  puluhan makam-makam dengan batu nisan yang dipahat dengan aksara Arab Jawi. 


Yusuf  meminta dukungan KJRI Cape Town untuk melestarikan makam ulama asal Indonesia  di Port Elizaberth tersebut.


Bahkan Yusuf  mengusulkan  pemerintah setempat menjadikan area pemakaman tersebut sebagai warisan nasional Afrika Selatan. 


Jika sudah ditetapkan menjadi warisan nasional, maka  batu nisan asli dapat ditempatkan di museum lalu  dibuatkan replika untuk di area pemakaman. 


Kemudian, tidak jauh dari area makam tersebut, ada Strand Street Masjid yang merupakan masjid pertama di Port Elizabeth yang selesai dibangun pada Juni 1866.  


Masjid ini wakaf dari rumah ulama nusantara Abu Salie Nabie, yang ternyata  saudara Abu Raffie.


Dua peninggalan sejarah ini, baik makam di area Port Elizabeth dan masjid Strand Street, menjadi  bukti  ulama-ulama nusantara memiliki peran penting dalam penyebaran awal Islam di Afrika Selatan.


 


Komentar